Sabtu, 17 Desember 2011
Mengemis Kasih
lupa waktu
tak terasa senja mulai tiba
tak ingin mandi
karena harus menimba
dan ketika hendak beranjak dari kubangan
lumpur menjadi hidup
tangan-tangannya memegang erat agar tak terlepas
cukup lama tertahan dalam kubangan
keyakinan untuk bangkit mulai rapuh
adakah yang dapat menolong...
menarik keluar dari cengkraman lumpur kotor
membawa ke pemandian
menghilangkan kotoran-kotoran yang menempel
adakah...?!
Senin, 07 November 2011
Senin, 31 Oktober 2011
Sabtu, 29 Oktober 2011
RPP saat PPL
foto oleh Oby
Tak terasa hampir 4 bulan sudah PPL (Program Pengalaman Lapangan) dijalankan di SMP N 36 Pekanbaru. Suka dan duka menjadi seorang guru sementara sudah dirasakan. Dan tentu saja banyak pengalaman yang didapatkan, mulai dari mengatur situasi kelas, membuat perangkat sekolah, dan yang paling rutin dilakukan adalah membuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran).
Dalam postingan ini saya tidak akan menceritakan panjang lebar tentang mengenai rutinitas PPL saya di Sekolah. Di sini saya hanya akan memberikan hasil kerja saya berupa RPP yang saya buat guna mendukung pembelajaran di kelas.
Dan inilah dia hasilnya. Silahkan di download dan dilihat.
Semoga membantu...
RPP Pertama
RPP Kedua
RPP Ketiga
RPP Keempat
RPP Kelima
RPP Keenam
RPP Ketujuh
RPP Kedelapan
RPP Kesembilan
RPP Kesembilan ini juga sekaligus sebagai perangkat untuk ujian PPL.
Minggu, 04 September 2011
Minggu, 03 April 2011
Polaroid
Ini tutorial yang pertama...
ga usah basa-basi lagi deh, langsung aja ya...?!
photo yang saya gunakan adalah photo kponakan saya
Langkah 1
Buka file image…
Seperti biasa file image yang baru kita buka di photoshop hanya memiliki satu layer background.
Duplikat layer dengan menekan CTRL + J …
Ok, sekarang kita sudah memiliki 2 buah layer yaitu layer Background dan layer 1.
Langkah 2
Langkah selanjutnya adalah menambahkan layer kosong baru diantara layer background dan layer Caranya klik create a new layer di bagian bawah palet layer.
Lalu drag layer tersebut dibawah layer 1.
Langkah 3
Langkah selanjutnya adalah kita akan menggunakan warna hitam sebagai latar belakang layer 2, jadi mari kita me-reset warna latar depan dan latar belakang dengan menekan D di keyboard.
Selnjutnya kita akan merubah layer 2 menjadi hitam tekan Alt + Backspace pada keyboard. Ingat… layer 2 harus aktif.
Nah… layer 2 sudah hitam
Langkah 4
Dengan layer 2 yang masih aktif, kita akan membuat layer baru lagi. Klik create a new layer dibagian bawah palet layer
Layer kosong yang baru telah ditambahkan antara layer 1 dan layer 2.
Langkah 5
Selanjutnya pilih Rectangular Marquee Tool baik dari palet Tools atau dengan menekan M pada keyboard.
Dengan menggunakan Rectanguler pilihan di dalam gambar yang akan menjadi bagian dalam Polaroid pertama (bagian yang berisi foto).
Langkah 6
Pastikan layer 3 aktif dalam palet Layers, dan kemudian tekan Alt + Backspace pada keyboard untuk mengisi seleksi dengan warna foreground, yang diatur ke hitam.
Langkah 7
Sekarang kita akan membuat clipping mask, klik pada Layer 1 untuk mengaktifkannya di palet Layers. Lalu pergi ke menu Layer di bagian atas layar dan pilih Create Clipping Mask. Kita juga dapat menggunakan cara pintas ketik Ctrl + Alt + G pada keyboard.
Dan jika kita lihat pada palet layer, maka layer 1 akan lebih menjorok ke kanan dengan panah kecil menunjuk ke bawah di sebelah kiri.
Langkah 8
Selanjutnya kita akan membuat layer 4 diantara layer 2 dan layer 3. Caranya aktifkan layer 2/klik layer 2. Lalu klik create a new layer dibagian bawah palet layer.
Dan layer kosong, layer 4 telah ditambahkan diantara layer 2 dan layer 3.
Langkah 9
Dengan Rectangular Marquee Tool masih dipilih, tarik pilihan lain persegi panjang, kali ini bagian luar seleksi awal, yang akan menjadi perbatasan putih dari Polaroid.
Langkah 10
Dengan Layer 4 yang masih aktif, kemudian tekan Ctrl + Backspace pada keyboard. Setelah berwarna putih tekan Ctrl + D.
Sekarang kita memiliki Polaroid pertama pada gambar.
Langkah 11
Dengan Polaroid pertama, kita akan menggunakannya dengan mudah untuk membuat polaroid selanjutnya sebanyak yang kita inginkan. Karena kita sedang menggunakan latar belakang hitam, maka kita akan tambahkan drop shadow terlebih dahulu. Dengan itu kita bisa menumpuk polaroids di atas satu sama lain. Untuk menambahkan drop shadow, dengan layer 4 yang masih aktif klik pada icon Layer Styles di bagian bawah palet Layers.
Pilih Drop Shadow dari daftar layer styles
Setelah tampil opsi Drop Shadow, saya mengatur Angle bayangan saya untuk sekitar 120 °, kemudian menurunkan nilai Opacity di bagian atas semua jalan ke bawah sekitar 30% sehingga bayangan saya tidak terlalu intens
Setelah itu klik OK.
Langkah 12
Untuk lebih menarik saya akan memutar Polaroid pertama saya. Dan untuk melakukan itu, saya membutuhkan layer 3 dan layer 4. Caranya klik layer 4 kemudian tekan shift pada keyboard, sambil ditahan klik layer 3.
Untuk mengaturnya tekan Ctrl+T pada keyboard…
Atur sesuai keinginan…
Setelah selesai tekan Enter pada keyboard.
Langkah 13
Setelah Polaroid pertama kita buat dan diputar ke tempatnya. Sekarang kita akan menggunakannya untuk membuat polaroids sebanyak yang kita inginkan. Sebelum kita bisa melakukan itu, kita perlu mengelompokkan semua tiga layer yang menyusun Polaroid, yang merupakan tiga besar layer di palet Layers. Layer 1 berisi gambar itu sendiri, Layer 3 mengandung bagian dalam dari Polaroid, dan Layer 4 mengandung di luar itu. Dan untuk mengelompok mereka, caranya adalah...
Kita sudah memiliki Layer 3 dan Layer 4 yang dipilih, maka sekali lagi tekan tombol Shift dan klik pada Layer 1 untuk menambahkannya, sehingga semua tiga layer yang dipilih dan disorot dengan warna biru:
Lalu dengan menggunakan keyboard tekan Ctrl + G….
Sekarang tiga layer menjadi satu group
Langkah 14
Kemudian duplicate group dengan mengklik create a new layer pada palet layer
Sekarang salinan dari Grup Layer muncul di atas yang asli
Langkah 15
Dan selanjutnya kita akan membuat Polaroid yang lainnya…
Sama seperti yang kita lakukan dengan yang pertama, kita akan bergerak dan memutar kedua Polaroid ini menggunakan Free Transform. Pertama, buka salinan yang baru dibuat (Layer Group 1 Copy) dengan mengklik segitiga di sebelah kiri ikon folder tersebut. Sama seperti sebelumnya, kita akan melihat semua tiga layer di dalamnya yang membentuk Polaroid. Kita perlu memilih dua layer, layer 3 dan layer 4. Lalu klik pada salah satu layer, kemudian dengan menekan Shift dan klik di sisi lain untuk memilih keduanya.
Lalu takan Ctrl + T pada keyboard, dan atur sesuai keinginan…
Setelah selesai, tekan Enter pada keyboard.
Langkah 16
Pada titik ini, kita hanya mengulang proses yang sama persis dengan langkah 14 sampai kita telah menambahkan polaroids cukup untuk mengungkapkan gambar yang asli.
Dan inilah hasil yang telah saya dapatkan
mudahkan...!!!
Minggu, 27 Februari 2011
Pungguk
Terpaku oleh kesunyian dan kerinduan
Dan ini adalah malam yang kesekian
Dari malam-malam yang ku lalui
Akulah si pungguk
Terbang menerobos pekat malam
Mencari ranting yang kokoh
Menghabiskan malamku bertengger disana
Bersenandung
Menyanyikan lagu-lagu rindu
Lagu ini begitu sederhana
Tapi aku sangat ingin melantunkanya
Sebagai pengobat keresahah hati
Pembendung rindu yang begitu membuncah
Dengan sabar aku menunggu
Pada kasetiaan malam yang ku lalui
Bersama lagu yang aku nyanyikan
Dengan ranting yang retak dan hampir patah
Menunggumu, wahai rambulan malam
Dan pada malam yang berbeda
Saat dimana purnama menjelang
Kaupun hadir berselimut kabut hitam
Memberikan noda pada kesetiaan
Memberikan kehancuran pada kuatnya kepercayaan
Hingga aku mengeluh pada kebodahan
Kadang semilir angin mencoba berbisik
Ia berkata “Untuk apa kau menunggu rembulan? Ia tak akan datang untukmu. Coba lihatlah esok hari, ada mentari yang akan datang. Ia membawa kehangatan. Sambutlah ia dengan hatimu yang dingin dan hampir beku ini.”
Tapi aku mengacuhkannya
Karena aku adalah seekor pungguk
Yang ditakdirkan hanya untuk merindukan sang rembulan
Sunday, February 27, 2011 02:40am
Kamis, 10 Februari 2011
Karena Dendam Pada Serigala
Kamis, 23 Desember 2010
| Dia |
Senin, 09 Agustus 2010
Khutbah Rasulullah SAW Menyambut Ramadhan
Wahai manusia!
Sungguh telah datang kepada kalian bulan Allah yang membawa berkah, rahmat dan maghfirah; bulan yang paling mulia di sisi Allah. Hari-harinya paling utama. Malam-malamnya paling utama. Jam demi jamnya paling utama. Inilah bulan ketika kalian diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan oleh-Nya.
Pada bulan ini nafas-nafas kalian menjadi tasbih, tidur kalian ibadah, amal-amal kalian diterima dan doa-doa kalian diijabah. Bermohonlah kepada Allah, Tuhan kalian, dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Dia membimbing kalian untuk melakukan shaum dan membaca Kitab-Nya. Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah pada bulan agung ini…
Bersedekahlah kepada kaum fakir dan miskin. Muliakanlah orang tua. Sayangilah yang muda. Sambungkanlah tali persaudaraan. Jagalah lidah. Tahanlah pandangan dari apa yang tidak halal kalian pandang. Peliharalah pendengaran dari apa yang tidak halal kalian dengar…
Bertobatlah kepada Allah dari dosa-dosa. Angkatlah tangan-tangan kalian untuk berdoa pada waktu shalat. Itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah ‘Azza wa Jalla memandang hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih. Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya dan mengabulkan doa mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.
Wahai manusia!
Sesungguhnya diri kalian tergadai karena amal-amal kalian. Karena itu, bebaskanlah dengan istigfar. Punggung-punggung kalian berat karena beban (dosa). Karena itu, ringankanlah dengan memperpanjang sujud.
Ketahuilah! Allah Swt. bersumpah dengan segala kebesaran-Nya, bahwa Dia tidak akan mengazab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan-Nya.
Wahai manusia!
Siapa saja di antara kalian memberi buka kepada orang-orang Mukmin yang berpuasa pada bulan ini, maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan dia diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu…
Jagalah diri kalian dari api neraka walaupun hanya dengan sebiji kurma. Jagalah diri kalian dari api neraka walaupun hanya dengan seteguk air.
Wahai manusia!
Siapa yang membaguskan akhlaknya pada bulan ini, ia akan berhasil melewati sirâth al-mustaqîm pada hari ketika kaki-kaki tergelincir. Siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) pada bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya pada Hari Kiamat. Siapa saja yang menahan kejelekannya pada bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Siapa saja yang memuliakan anak yatim pada bulan ini, Allah akan memuliakanya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Siapa saja yang menyambungkan tali silaturahmi pada bulan ini, Allah akan menghubungkannya dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Siapa saja yang memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.
Siapa saja yang melakukan shalat sunnah pada bulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Siapa saja yang melakukan shalat fardhu, baginya pahala seperti melakukan 70 shalat fardhu pada bulan lain. Siapa saja yang memperbanyak shalawat kepadaku padai bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan. Siapa saja pada bulan ini membaca satu ayat al-Quran, pahalanya sama seperti mengkhatamkan al-Quran pada bulan-bulan yang lain.
Wahai manusia!
Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagi kalian. Karena itu, mintalah kepada Tuhan kalian agar tidak pernah menutupkannya bagi kalian. Sesungguhnya pintu-pintu neraka tertutup. Karena itu, mohonlah kepada Tuhan kalian untuk tidak akan pernah membukakannya bagi kalian. Sesungguhnya setan-setan terbelenggu. Karena itu, mintalah agar mereka tak lagi pernah menguasai kalian…
Wahai manusia!
Sesungguhnya kalian akan dinaungi oleh bulan yang senantiasa besar lagi penuh keberkahan, yaitu bulan yang di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan; bulan yang Allah telah menjadikan puasanya suatu fardhu, dan qiyâm pada malam harinya suatu tathawwu’.
Siapa saja yang mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu amal kebajikan di dalamnya, samalah dia dengan orang yang menunaikan suatu fardhu di dalam bulan yang lain.
Ramadhan itu adalah bulan sabar, sedangkan sabar itu adalah pahalanya surga. Ramadhan itu adalah bulan memberi pertolongan dan bulan Allah memberikan rezeki kepada Mukmin di dalamnya.
Siapa saja yang memberikan makanan berbuka kepada seseorang yang berpuasa, yang demikian itu merupakan pengampunan bagi dosanya dan kemerdekaan dirinya dari neraka. Orang yang memberikan makanan itu memperoleh pahala seperti orang yang berpuasa tanpa sedikitpun berkurang…
Dialah bulan yang permulaannya rahmat, pertengahannya ampunan dan akhirnya pembebasan dari neraka. Siapa saja yang meringankan beban dari budak sahaya, niscaya Allah mengampuni dosanya dan memerdekakannya dari neraka.
Karena itu, perbanyaklah empat perkara pada bulan Ramadhan: dua perkara untuk mendatangkan keridhaan Tuhan kalian; dua perkara lagi yang sangat kalian butuhkan. Dua perkara yang pertama ialah mengakui dengan sesungguhnya bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan mohon ampunan kepada-Nya. Dua perkara yang sangat kalian butuhkan ialah mohon surga dan perlindungan dari neraka.
Siapa saja yang memberi minum kepada orang yang berbuka puasa, niscaya Allah memberi minum kepadanya dari air kolam-Nya, dengan suatu minuman yang dia tidak merasakan haus lagi sesudahnya, sehingga dia masuk ke dalam surga. [HR Ibnu Khuzaimah]
Selasa, 03 Agustus 2010
Murattal
01 - Athaan02 - Surah an-Naba03 - Surah an-Naaziaat04 - Surah Abasa05 - Surah at-Takweer06 - Surah al-Infitaar07 - Surah al-Mutaffiffeen08 - Surah Inshiqaaq09 - Surah al-Burooj10 - Surah at-Taariq11 - Surah al-Alaa12 - Surah al-Ghaashiyah13 - Surah al-Fajr14 - Surah al-Balad15 - Surah ash-Shams16 - Surah al-Layl17 - Surah ad-Duhaa18 - Surah ash-Sharh19 - Surah at-Teen
20 - Surah al-Alaq21 - Surah al-Qadr22 - Surah al-Bayyinah23 - Surah az-Zalzaalah24 - Surah al-Aadiyaat25 - Surah al-Qaariah26 - Surah at-Takaathur27 - Surah al-Asr28 - Surah al-Humazah
29 - Surah al-Feel
30 - Surah Quraysh
31 - Surah al-Maaun
32 - Surah al-Kawthar
33 - Surah al-Kaafirun
34 - Surah an-Nasr35 - Surah al-Masad
36 - Surah al-Ikhlaas37 - Surah al-Falaq
38 - Surah an-NaasSelasa, 14 April 2009
sastra melayu
Segala puji bagi Tuhan seru sekalian alam serta shalawatnya Nabi yang akhirul jaman serta keluarganya dan sahabatnya sekalian adanya. Amma ba’du daripada itu maka tatkala sampailah Hijratun Nabi 1263 Sanah kepada dua puluh tiga hari bulan Rajab hari Selasa mana (…..) telah ta’ali kepada kita yaitu Raja Ali Haji mengarang satu gurindam cara Melayu yaitu yang boleh juga jadi diambil faedah sedikit-sedikit daripada perkataannya itu pada orang yang ada menaruh akal maka adalah banyaknya gurindam itu hanya duabelas pasal di dalamnya.
Syahdan
Adalah beda antara gurindam dengan syair itu aku nyatakan pula bermula arti syair Melayu itu perkataan yang bersajak yang serupa dua berpasang pada akhirnya dan tiada berkehendak pada sempurna perkataan pada satu-satu pasangnya bersalahan dengan gurindam. Adapun arti gurindam itu yaitu perkataan yang bersajak juga pada akhir pasangannya tetapi sempurna perkataannya dengan satu pasangannya sahaja jadilah seperti sajak yang pertama itu syarat dan sajak yang kedua itu jadi seperti jawab.
Bermula inilah rupanya syair.
Dengarkan tuan suatu rencana
Mengarang di dalam gundah gulana
Barangkali gurindam kurang kena
Tuan betulkan dengan sempurna
Inilah arti gurindam yang di bawah syatar ini
Persamaan yang indah-indah
Yaitu ilmu yang memberi faedah
Aku hendak bertutur
Akan gurindam yang beratur
Gurindam I
Ini gurindam pasal yang pertama:
Barang siapa tiada memegang agama,
sekali-kali tiada boleh dibilangkan nama.
Barang siapa mengenal yang empat,
maka ia itulah orang ma'rifat
Barang siapa mengenal Allah,
suruh dan tegahnya tiada ia menyalah.
Barang siapa mengenal diri,
maka telah mengenal akan Tuhan yang bahari.
Barang siapa mengenal dunia,
tahulah ia barang yang terpedaya.
Barang siapa mengenal akhirat,
tahulah ia dunia melarat.
Gurindam II
Ini gurindam pasal yang kedua:
Barang siapa mengenal yang tersebut,
tahulah ia makna takut.
Barang siapa meninggalkan sembahyang,
seperti rumah tiada bertiang.
Barang siapa meninggalkan puasa,
tidaklah mendapat dua temasya.
Barang siapa meninggalkan zakat,
tiadalah hartanya beroleh berkat.
Barang siapa meninggalkan haji,
tiadalah ia menyempurnakan janji.
Gurindam III
Ini gurindam pasal yang ketiga:
Apabila terpelihara mata,
sedikitlah cita-cita.
Apabila terpelihara kuping,
khabar yang jahat tiadalah damping.
Apabila terpelihara lidah,
nescaya dapat daripadanya faedah.
Bersungguh-sungguh engkau memeliharakan tangan,
daripada segala berat dan ringan.
Apabila perut terlalu penuh,
keluarlah fi'il yang tiada senonoh.
Anggota tengah hendaklah ingat,
di situlah banyak orang yang hilang semangat
Hendaklah peliharakan kaki,
daripada berjalan yang membawa rugi.
Gurindam IV
Ini gurindam pasal yang keempat:
Hati kerajaan di dalam tubuh,
jikalau zalim segala anggota pun roboh.
Apabila dengki sudah bertanah,
datanglah daripadanya beberapa anak panah.
Mengumpat dan memuji hendaklah pikir,
di situlah banyak orang yang tergelincir.
Pekerjaan marah jangan dibela,
nanti hilang akal di kepala.
Jika sedikitpun berbuat bohong,
boleh diumpamakan mulutnya itu pekong.
Tanda orang yang amat celaka,
aib dirinya tiada ia sangka.
Bakhil jangan diberi singgah,
itupun perampok yang amat gagah.
Barang siapa yang sudah besar,
janganlah kelakuannya membuat kasar.
Barang siapa perkataan kotor,
mulutnya itu umpama ketur.
Di mana tahu salah diri,
jika tidak orang lain yang berperi.
Gurindam V
Ini gurindam pasal yang kelima:
Jika hendak mengenal orang berbangsa,
lihat kepada budi dan bahasa,
Jika hendak mengenal orang yang berbahagia,
sangat memeliharakan yang sia-sia.
Jika hendak mengenal orang mulia,
lihatlah kepada kelakuan dia.
Jika hendak mengenal orang yang berilmu,
bertanya dan belajar tiadalah jemu.
Jika hendak mengenal orang yang berakal,
di dalam dunia mengambil bekal.
Jika hendak mengenal orang yang baik perangai,
lihat pada ketika bercampur dengan orang ramai.
Gurindam VI
Ini gurindam pasal yang keenam:
Cahari olehmu akan sahabat,
yang boleh dijadikan obat.
Cahari olehmu akan guru,
yang boleh tahukan tiap seteru.
Cahari olehmu akan isteri,
yang boleh menyerahkan diri.
Cahari olehmu akan kawan,
pilih segala orang yang setiawan.
Cahari olehmu akan abdi,
yang ada baik sedikit budi,
Gurindam VII
Ini Gurindam pasal yang ketujuh:
Apabila banyak berkata-kata,
di situlah jalan masuk dusta.
Apabila banyak berlebih-lebihan suka,
itulah tanda hampir duka.
Apabila kita kurang siasat,
itulah tanda pekerjaan hendak sesat.
Apabila anak tidak dilatih,
jika besar bapanya letih.
Apabila banyak mencela orang,
itulah tanda dirinya kurang.
Apabila orang yang banyak tidur,
sia-sia sahajalah umur.
Apabila mendengar akan khabar,
menerimanya itu hendaklah sabar.
Apabila menengar akan aduan,
membicarakannya itu hendaklah cemburuan.
Apabila perkataan yang lemah-lembut,
lekaslah segala orang mengikut.
Apabila perkataan yang amat kasar,
lekaslah orang sekalian gusar.
Apabila pekerjaan yang amat benar,
tidak boleh orang berbuat onar.
Gurindam VIII
Ini gurindam pasal yang kedelapan:
Barang siapa khianat akan dirinya,
apalagi kepada lainnya.
Kepada dirinya ia aniaya,
orang itu jangan engkau percaya.
Lidah yang suka membenarkan dirinya,
daripada yang lain dapat kesalahannya.
Daripada memuji diri hendaklah sabar,
biar pada orang datangnya khabar.
Orang yang suka menampakkan jasa,
setengah daripada syirik mengaku kuasa.
Kejahatan diri sembunyikan,
kebaikan diri diamkan.
Keaiban orang jangan dibuka,
keaiban diri hendaklah sangka.
Gurindam IX
Ini gurindam pasal yang kesembilan:
Tahu pekerjaan tak baik,
tetapi dikerjakan,
bukannya manusia yaituiah syaitan.
Kejahatan seorang perempuan tua,
itulah iblis punya penggawa.
Kepada segaia hamba-hamba raja,
di situlah syaitan tempatnya manja.
Kebanyakan orang yang muda-muda,
di situlah syaitan tempat berkuda.
Perkumpulan laki-laki dengan perempuan,
di situlah syaitan punya jamuan.
Adapun orang tua yang hemat,
syaitan tak suka membuat sahabat
Jika orang muda kuat berguru,
dengan syaitan jadi berseteru.
Gurindam X
Ini gurindam pasal yang kesepuluh:
Dengan bapa jangan durhaka,
supaya Allah tidak murka.
Dengan ibu hendaklah hormat,
supaya badan dapat selamat.
Dengan anak janganlah lalai,
supaya boleh naik ke tengah balai.
Dengan isteri dan gundik janganlah alpa,
supaya kemaluan jangan menerpa.
Dengan kawan hendaklah adil supaya tangannya jadi kafill.
Gurindam XI
Ini gurindam pasal yang kesebelas:
Hendaklah berjasa,
kepada yang sebangsa.
Hendaklah jadi kepala,
buang perangai yang cela.
Hendaklah memegang amanat,
buanglah khianat.
Hendak marah,
dahulukan hajat.
Hendak dimulai,
jangan melalui.
Hendak ramai,
murahkan perangai.
Gurindam XII
Ini gurindam pasal yang kedua belas:
seperti kebun berpagarkan duri.
Betul hati kepada raja,
tanda jadi sebarang kerja.
Hukum adil atas rakyat,
tanda raja beroleh anayat.
Kasihan orang yang berilmu,
tanda rahmat atas dirimu.
Hormat akan orang yang pandai,
tanda mengenal kasa dan cindai.
Ingatkan dirinya mati,
itulah asal berbuat bakti.
Akhirat itu terlalu nyata,
kepada hati yang tidak buta.



































